Solusi
AI proctoring — pengawasan ujian otomatis dalam skala besar
Pengawasan otomatis menandai anomali selama ujian berlangsung dengan biaya lebih rendah dibandingkan live proctoring, dan selalu tersedia petugas manusia untuk melakukan peninjauan. Paling sesuai untuk ujian bervolume tinggi dengan tingkat risiko rutin.
Pesan demo
Apa yang sebenarnya dilakukan AI proctoring
AI proctoring mengawasi tayangan webcam selama ujian berlangsung dan, apabila pengawasan layar diaktifkan, juga layar yang dibagikan. Sistem ini mencari jenis anomali yang akan membuat seorang pengawas memperhatikan lebih saksama — wajah lain yang muncul di kamera, peserta yang meninggalkan bingkai kamera, atau gangguan pada pola audio dan video normal sebuah sesi ujian. Sistem ini juga menangani verifikasi identitas pada awal sesi dengan mencocokkan peserta terhadap dokumen identitas — pemeriksaan yang sama seperti yang tersedia dengan pengawas manusia. Apabila tidak ada hal yang tidak biasa terjadi, tidak ada yang terjadi: tidak ada yang mengawasi secara real time, dan ujian berjalan tanpa gangguan.
Di situlah pula batasnya. AI proctoring menandai; ia tidak menilai. Sistem ini tidak dapat membedakan peserta yang meraih segelas air dari peserta yang meraih ponsel, sehingga keduanya ditandai dan pembedaannya diserahkan kepada manusia — sistem ini tidak pernah mengeluarkan seseorang dari ujian atau memutuskan sendiri bahwa telah terjadi pelanggaran. Keputusan itu berada pada penyelenggara ujian, berdasarkan penilaian peninjau manusia atas momen yang ditandai. Karena sistem ini tidak memiliki pemahaman situasional atas sebuah ruangan sebagaimana pengawas manusia yang mengamati secara real time, AI proctoring lebih cocok untuk pengujian bervolume tinggi dengan tingkat risiko rutin dibandingkan ujian di mana keputusan yang keliru berbiaya mahal. Untuk ujian semacam itu, human proctoring, atau kombinasi keduanya, merupakan titik awal yang lebih baik.
AI vs. human proctoring
| AI proctoring | Human proctoring | |
|---|---|---|
| Biaya per ujian | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Pemahaman situasional | Terbatas | Tinggi |
| Upaya peninjauan pascaujian | Lebih tinggi (penandaan yang perlu ditinjau) | Lebih rendah |
| Paling sesuai untuk | Volume tinggi, risiko rutin | Integritas berisiko tinggi |
Apa yang Anda peroleh dari AI proctoring
Terukur untuk volume tinggi
Awasi ribuan peserta secara bersamaan dan otomatis.
Biaya lebih rendah
Tanpa pengawas langsung per sesi — Anda hanya membayar pengawasan otomatis.
Human in the loop
Insiden yang ditandai dapat ditinjau oleh staf terlatih.
Dapat dipadukan dengan tinjauan manusia
Gabungkan pemantauan AI dengan tinjauan manusia untuk ujian dengan risiko lebih tinggi.
Bagaimana penandaan dan tinjauan manusia sebenarnya bekerja
Penandaan berlangsung secara otomatis selama ujian, tanpa ada seorang pun yang mengawasi secara langsung — dan justru di situlah letak penghematan biayanya. Ketika sistem memunculkan sebuah tanda, sistem tidak mengambil kesimpulan sendiri: momen tersebut dimasukkan ke dalam antrean yang ditangani oleh anggota staf dukungan PRUEFSTER yang terlatih. Ini adalah tim dukungan yang sama seperti pada human proctoring — dukungan tidak berubah tergantung produk yang Anda beli, yang berbeda hanyalah apakah seorang proctor turut mengawasi secara langsung.
Tinjauan dilakukan setelah ujian, bukan selama ujian berlangsung. Itulah sebabnya perbandingan di atas menandai upaya tinjauan pascaujian pada AI proctoring sebagai lebih tinggi: tetap ada orang yang harus melihat apa yang ditandai, hanya saja kemudian, bukan saat itu juga. Peninjau menonton klip yang ditandai, memutuskan apakah hal itu perlu dieskalasi, dan jika ya, menyusun laporan mengenai apa yang terjadi agar penyelenggara ujian dapat menindaklanjutinya. Sebagian besar tanda ternyata bukan apa-apa — seseorang meregangkan tubuh, bayangan yang melintas di depan webcam, koneksi yang terputus sesaat — dan ditutup tanpa tindakan lebih lanjut. Sisanya mendapat perhatian dari staf terlatih yang sama seperti yang akan diberikan proctor langsung pada saat kejadian, hanya saja dengan penundaan.
Inilah alasan AI proctoring cocok dipadukan dengan human proctoring sesekali, atau dengan pemindaian ruangan 360° untuk ujian yang risikonya memang menuntut hal tersebut: penandaan menangkap apa yang terjadi, tetapi tetap dibutuhkan seseorang untuk memutuskan apa artinya.

- Tersertifikasi
- ISO 27001
- Server dan staf
- Uni Eropa
- Dukungan manusia
- 24/7
- Pemrosesan yang selaras
- GDPR
Melalui kerja sama dengan PRUEFSTER, kami dapat memungkinkan banyak pelamar untuk mengikuti tes bakat khusus bidang studi, meskipun ada pembatasan akibat pandemi. PRUEFSTER selalu tersedia bagi kami dan juga sangat mendukung kami dalam pengorganisasian prosedurnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah AI proctoring menggantikan proctor manusia?
Tidak. AI menandai anomali; manusia meninjau insiden. Untuk ujian dengan risiko tinggi, kami merekomendasikan human proctoring secara langsung.
Apakah pemantauan berbasis AI saja cukup andal?
Metode ini sangat cocok untuk ujian bervolume tinggi dengan tingkat risiko rutin. Ujian dengan risiko lebih tinggi akan lebih diuntungkan oleh human proctoring atau tinjauan manusia atas tanda dari AI.
Dapatkah kami menggabungkan AI dan human proctoring?
Ya — jalankan pemantauan AI dengan tinjauan manusia atas tanda setelahnya, atau tambahkan proctor langsung untuk ujian dengan risiko tinggi.
Apa yang terjadi setelah sebuah tanda muncul?
Tanda dikumpulkan dalam laporan tinjauan beserta bukti video; peninjau Anda atau peninjau kami yang memutuskan — tidak ada peserta yang dinyatakan gagal secara otomatis.